Bab 14 : PENETAPAN HARGA TRANSFER DAN PERPAJAKAN INTERNASIONAL

Faktor pajak dan mata uang memiliki pengaruh besar terhadap keputusan investasi, bentuk organisasi, sumber pendanaan, kapan/dimana pengakuan pendapatan/beban, dan harga transfer.

Kebanyakan perusahaan terbebani dengan masalah aturan perpajakan (disamping COGS, Labour, dan Raw Material). Karena aturan perpajakan masing-masing negara berbeda-beda, perusahaan perlu memiliki sistem perencanaan pajak multinasional dan sistem simulasi berbasis komputer sebagai alat bantu yang esensial bagi manajemen.

Perusahan harus memahami perbedaan utama sistem perpajakan nasional, upaya nasional membahas masalah pajak berganda, dan peluang arbitrase antara wilayah yurisdiksi nasional bagi perusahaan multinasional.

Penetapan harga transfer berperan untuk meminimalkan pajak perusahaan nasional, tetapi juga harus mempertimbangkan konteks perencanaan dan kontrol strategis.

 

  • Keanekaragaman Sistem Pajak Nasional

Macam-macam pajak :

–          Pajak Langsung, seperti Pjk Pungutan dan PPN

–          Pajak Tidak Langsung, seperti Pjk Perbatasan

–          PPh Badan , seperti Pajak Transfer

Beban Pajak

Sistem Administrasi Pajak :

–          Sistem Klasik

Pajak penghasilan perusahaan atas penghasilan kena pajak dikenakan pada tingkat perusahaan dan tingkat pemegang saham.

–          Sistem Terintegrasi

Pajak perusahaan dan pemegang saham terintegrasi sedemikian rupa sehingga mengurangi atau mengeliminasi pengenaan pajak berganda atas pendapatan perusahaan.

Insentif Pajak LN:

–          Tax holiday

Insentif dapat berupa hibah tunai bebas pajak yang digunakan untuk biaya aktiva tetap dan proses industri baru atau pengampunan untuk membayar pajak selama beberapa periode waktu

–          Tax havens

Negar yang memiliki keistimewaan pajak khusus juga dapat dianggap sebagai surga pajak dalam waktu terbatas

Kompetisi Pajak yang Membahayakan

Harmonisasi Internasional

 

  • Pamajakan Terhadap Sumber Laba dari LN dan Pajak Berganda

–          Kredit Pajak LN

–          Pembatasan Kredit Pajak

–          Perjanjian Pajak

–          Pertimbang Mata Uang Asing

  • Definisi Perencanaan Pajak

–          Pertimbangan Organisasi

–          Perusahaan LN yang dikendalikan dan Laba Subbagian F

–          Induk Perusahaan di LN

–          Perusahaan Penjualan LN

–          Keputusan Pendanaan

–          Penggabungan Kredit Pajak

–          Aokasi Akuntansi Biaya

–          Lokasi dan Penentuan Harga Transfer

 

  • Penentuan Harga Transfer Internasional Variabel yang Rumit

–          Faktor Pajak

–          Faktor Tarif

–          Faktor Daya Saings

–          Resiko Lingkungan

–          Faktor Evaluasi Kinerja

–          Kontribusi Akuntansi

 

  • Metodologi Penentuan Harga Transfer

–          Harga vs Biaya vs…..?

–          Prinsip Harga Wajar

–          Metode Harga Tidak Terkontrol yang Setara

–          Metode Transaksi Tidak Terkontrol yang Setara

–          Metode Harga Jual Kembali

–          Metode Penentuan Biaya Plus

–          Metode Laba Sebanding

–          Metode Pemisahan Laba

–          Metode Penentuan Harga Lainnya

–          Perjanjian Penentuan Harga Lajutan

 

  • Praktek Harga Transfer

Setiap perusahaan memang berbeda dari berbagai dimensi. Biasanya setiap perusahaan menjalankan praktek harga transfer sebagai suatu kewajiban.

Banyak faktor yang mempengaruhi harga transfer. Tetapi harga transfer memiliki 3 (tiga) tujuan utama, yaitu:

  1. Mengelola beban pajak (dominan)
  2. Penggunaan operasional transfer pricing (mempertahankan posisi daya saing perusahaan, mempromosikan evaluasi kinerja, memberi motivasi kepada karyawan, mengelola inflasi)
  3. Mengelola resiko nilai tukar asing dan menghilangkan pembatasan atas transfer kas relatif

 

Sumber:

http://edithmarhaeni.blogspot.com/2011/05/keanekaragaman-sistem-perpajakan.html

Bab 13 : MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN

Bab 13 : MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN

 

Para eksekutif keuangan menghargai cara baru dan imaginatif untuk meminimalkan eksposur atas volatilitas valas, harga komoditi, tingkat suku bunga, dan harga sekuritas.

Industri keuangan menawarkan produk lindung nilai keuangan, seperti swap mata uang, swap suku bunga dan opsi.

Pembuat standar akuntansi membahas prinsip/standar pengukuran dan pelaporan yang tepat untuk produk-produk keuangan. Sehingga perusahaan melakukan pelaporan keuangan secara internasional semakin baik.

Semua ini untuk mengurangi resiko penggunaan instrumen yang sering tertutup. Oleh karena itu mempelajari istilah manajemen resiko menjadi penting (lihat Tampilan 11-1).

 

  • Hal Mendasar Manajemen Resiko

Tujuan utama manajemen resiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas.

Untuk itu kita memerlukan pengetahuan tentang:

  1. Resiko pasar
  2. Resiko likuiditas

timbul karena tidak semua produk manajemen risiko keuangan dapat diperdagangkan secara bebas.

  1. Diskontinuitas pasar

mengacu pada risiko bahwa pasar tidak selalu menimbulkan perubahan harga secara bertahan

  1. Resiko kredit

kemungkinan bahwa pihak lawan dalam kontrak manajemen risiko tidak dapat memenuhi kewajibannya.

  1. Resiko regulasi

risiko yang timbul karena pihak otoritas publik melarang penggunaan suatu produk keuangan untuk tujuan tertentu.

  1. Resiko pajak

risiko bahwa transaksi lindung nilai tertentu tidak dapat memperoleh perlakuan pajak yang diinginkan.

  1. Resiko akuntansi

peluang bahwa suatu transaksi lindung nilai tidak dapat dicatat sebagai bagian dari transaksi yang hendak dilindung nilai.

 

 

  • Mengapa Mengelola Resiko Keuangan?

Mengendalikan resiko keuangan dapat meningkatkan nilai perusahaan, karena investor menyukasi manajer keuangan yang mampu mengidentifikasi dan mengelola resiko pasar.

Stabilitas aliran kas bisa meminimalkan kejutan laba, sehingga ekspektasi arus kas naik. Stabilitas laba mengurangi resiko gagal bayar & kebangkrutan.

Manajemen eksposur yang aktif membuat perusahaan bisa konsentrasi pada resiko bisnis utama. Misal, perusahaan manufaktur dapat terlindung dari resiko suku bunga dan mata uang dengan berkonsentrasi pada produksi & pemasaran.

Pemberi pinjaman (kreditur), karyawan dan pelanggan juga bisa memperoleh manfaat dari manajemen eksposur.

Kreditur                      Toleransi resiko lebih rendah dibanding stockholders

Karyawan                    Melalui dana pensiun dan imbalan lebih baik

Pelanggan                    Membatasai resiko yang dihadapi konsumen

 

  • Peranan Akuntansi

–          Identifikasi Resiko Pasar

–          Mengkuantifikasi Penyeimbangan

–          Manajemen Resiko di Dunia dengan Kurs Mengambang

  1. Antisipasi pergerakan kurs
  2. Pengukuran resiko kurs valuta asing
  3. Perancangan strategi perlindungan
  4. Pembuatan sistem pengendalian manajemen resiko internal

–          Manajemen Potensi Resiko

  1. Potensi resiko translasi
  2. Potensi resiko transaksi
  3. Potensi resiko akuntansi vs ekonomi

–          Strategi Perlindungan

  1. Lindung Nilai Neraca
  2. Lindung Nilai Operasional
  3. Lindung Nilai Kontraktual

 

 

  • Peranan Akuntansi (lanjutan)

Akuntansi untuk Produk Lindung Nilai

  1. Kontrak Forward Valas
  2. Future Keuangan
  3. Opsi Mata Uang
  4. Swap Mata Uang
  5. Perlakuan Akuntansi
  6. Isu Praktek

 

 

  • Pengungkapan

Manajemen Resiko Keuangan

  1. Mata uang asing (Foreign Currency)
  2. Nilai atas Resiko (Value at Risk)

 

sumber :

http://ikapurple.blogspot.com/2011/05/manajemen-risiko-keuangan-dalam.html

Bab 12 : PERENCANAAN DAN KENDALI MANAJEMEN

Kemajuan IT secara terus menerus mengubah ruang lingkup usaha dan ketentuan pelaporan internasional. Persaingan global, cepatnya penyebaran informasi, dan tekanan lain semakin mempersempit perbedaan nasional praktek akuntansi.

Topik yang di bahas di buku ini meliputi;

1). Perencanaan dan kendali keuangan (Sekarang/n),

2). Manajemen resiko Internasional (Mg ke-n), dan

3). Penentuan harga transfer (Mg ke-n+1).

 

  • Pembuatan Model Usaha

Empat dimensi utama model usaha

  1. Identifikasi faktor utama kemajuan perusahaan
  2. Merumuskan tehnik peramalan dan analisis kemampuan perusahaan
  3. Mengembangkan sumber-sumber data untuk pilihan strategis
  4. Mentranslasi pilihan menjadi tindakan yang spesifik.

 

  • Alat Perencanaan

Dalam identifikasi faktor yang relevan di masa depan, analisis lingkungan eksternal dan internal sangat membantu perusahaan untuk mengenali tantangan dan kesempatan.

Analisis SWOT (strengths, weeknes, opportunities, threats.

Akuntan membantu memberikan data yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan perencanaan strategis. Informasi juga bisa berasal dari sumber selain catatan akuntansi.

 

  • Penganggaran Modal

Investasi luar merupakan keputusan yang strategis dan penuh resiko. Oleh karena itu perencanaan formal harus dilakukan, seperti dengan membuat Capital Budgeting + C/B Analysis.

Pertimbangan sifat investasi (independen/mutually exclusive) dan menggunakan NPV yang paling optimal.

Dalam lingkungan internasional, perencanaan investasi tidaklah sederhana karena harus mempertimbangkan, perbedaan sistem hukum, sistem akuntansi, laju inflasi, resiko nasioanal, mata uang dan segmentasi pasar.

 

  • Sudut Pandang Hasil Keuangan

Manajer keuangan internasional harus mempertimbangkan rate of return dari aspek Proyek LN dan Proyek Induk Perusahaan.

Evaluasi hasil investasi dari sudut pandang investor domestik induk perusahaan tidak memadai lagi, tetapi lebih memadai jika dilihat dari sudut pandang negara tuan rumah.

Solusinya adalah manajer keuangan harus merespon kepada kelompok investor dan non-investor di organisasi dan lingkungannya.

 

  • Mengukur Ekspektasi Pengembalian

Mengukur ekspektasi arus kas sungguh cukup menantang, sehingga manajer keuangan harus memiliki gambar tentang proyeksi arus kas (lihat Gambar berikut ini).

Kerumitan proyeksi arus kas haru mempertimbangkan:

  1. Arus kas proyek vs Induk Perusahaan
  2. Arus kas induk perusahaan yang terikat dengan pendanaan.
  3. Pendanaan bersubsidi
  4. Resiko politik.

 

  • Biaya Modal Multinasional

Teori Capital Budgeting menyatakan, suatu proyek harus menghasilkan rate of return setidaknya sama dengan cost of capital agar proyek dapat diterima.

Metode gabungan ekspektasi pengembalian deviden dan ekpektasi tingkat pertumbuhan deviden.

ke =  Di / P0 + g

keterangan :

Di = ekspektasi deviden per lembar saham akhir periode.

P0 = Harga pasar kini saham awal periode.

g = ekspektasi tingkat pertumbuhan deviden.

Implementasi teori capital budgeting internasional tidak selalu langsung dan mudah dilaksanakan. Aspek capital budgeting  process dan aspek tepat waktu, perbedaan iklim, budaya, bahasa, IT semakin mempersulit keadaan.

 

  • Sistem Informasi Manajemen
  1.       Isu yang berkaitan dengan Sistem

Tiga strategi teknologi informasi global, yang masing-masing berhubungan dengan jenis organisasi multinasional tertentu.

a)             Penyebaran rendah dengan sentralisasi yang tinggi

b)            Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang rendah

c)             Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang tinggi

       2.       Masalah Informasi

Disini faktor-faktor lingkungan juga mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilakn secara translasi. Laporan dari operasi luar negeri perusaaan multinasioanal AS umumnya ditranslasikan ke dalam nilai ekuivalen doalr agar para manajer kantor pusat di AS melakukan evaluasi terhadap investasi mereka dalam dolar.

 

  • Informasi Manajemen dan Hiperinflasi
  1.       FAS No. 52 tentang penggunaan Metode Translasi Temporal

mewajibkan penggunaan metode translasi temporal ketika melakukan translasi akun-akun perusahaan afiliasi luar negeri yang berada dalam lingkungan berafiliasi tinggi.

      2.         Pendapatan Penjualan

 

  • Isu Dalam Pengendalian Keuangan
  1.      Sistem Pengendalian Domestik Vs Multinasional
  2.       Penganggaran Operasional
  3.       Analisis Perubahan Kurs

 

  • Penentuan Biaya Strategis

Ketika sistem biaya standar secara tradisional masih digunakan, perusahaan Jepang memperkenalkan konsep biaya yang fokus pada strategi manufaktur global (Productivity, TQC, JIT)

Ketika metode penentuan harga berbasis biaya (variance analysis) digunakan, Jepang justru menggunakan metode penentuan biaya berbasis harga (target costing).

Dengan target costing, estimasi biaya bukan didasarkan biaya untuk membuat produk, tetapi berdasarkan pada biaya yang dapat disisihkan untuk setiap produk atau disebut biaya Kaizen.

Penentuan biaya Kaizen fokus pada apa yang diperlukan untuk mencapai tingkat kinerja dalam kondisi pasar yang kompetitif.

 

  • Evaluasi Kinerja Operasi LN

–          Mengevaluasi kinerja memungkinkan top management untuk:

  1. Mempertimbangkan profitabilitas
  2. Menentukan kinerja area
  3. Alokasi sumberdaya
  4. Evaluasi kinerja manajemen
  5. Memastikan konsistensi perilaku manajemen

–          Konsistensi

–          Kinerja Unit Vs Manajemen

–          Kinerja Kriteria

–          Isu Pengukuran dan Perubahan Harga dalam Evaluasi

 

sumber:

http://0wi3.wordpress.com/2012/05/18/perencanaan-dan-kendali-manajemen/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/12-soft-skill-akuntansi-intersional-perencanaan-dan-kendali-manajemen/

Bab 11 : ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL

Banyak transaksi bisnis internasional, seperti:

−     Merger dan akuisisi semakin banyak terjadi.

−     Potensi dan kekuatan investasi asing tinggi.

−     Pengurangan hambatan perdagangan,

−     Dan sebagainya.

 

  • Peluang dan Tantangan Analisis Lintas Batas

–          Analisis keuangan lintas batas mencakup berbagai wilayah yurisdiksi, Sejumlah negara berbeda dalam praktek, kualitas Pengungkapan, sistem hukum/UU, cara, sifat dan resiko usaha.

–          Kualitas informasi berhubungan erat dengan kredibilitas perusahaan Sehingga banyak negara berupaya keras memperbaiki ketersediaan dan kualitas informasi mengenai perusahaan publik.

–          Globalisasi pasar modal, kemajuan IT dan kompetisi, bursa efek, dan peningkatan kegiatan perdagangan merupakan kekuatan untuk memperbaiki praktek pelaporan keuangan perusahaan.

–          Globalisasi mendorong analisis domestik semakin kurang relevan. Ketergantungan satu sama lain semakin tinggi dan tidak ada perusahaan yang bisa menghindar dari peristiwa global.

 

  • Kerangka Dasar Analisis Usaha

Palepu et al. (1996) membuat kerangka dasar untuk analisis dan penilaian usaha, yaitu:

–          Analisis Strategi Usaha

–          Analisis Akuntansi

–          Analisis Keuangan

–          Analisis Prospektif

 

  • Analisis Strategi Usaha
  1. 1.      Ketersediaan Informasi
  2. 2.      Rekomendasi untuk Melakukan Analisis

 

  • Analisis Akuntansi
  1.       Tujuan Analisis Akuntansi
  2.       Saran untuk para Analis

 

  • Analisis Keuangan Internasional
  1.       Analisis Rasio

Perbandingan rasio antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, perbandingan rasio suatu perusahaan antar waktu atau dengan periode fiscal yang lain dan atau perbandingan rasio terhadap beberapa acuan yang baku.

       2.      Analisis Arus Kas

berfokus pada laporan arus kas, yang memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar perusahaan, yang diklasifikasikan menjadi aktifitas operasi, investasi dan pendanaan, serta pengungkapan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan non kas secara periodic. Misalkan, apakah perusahaan telah menghasilkan arus kas yang positif dari operasinya.

       3.      Mekanisme untuk mengatasi

beberapa analis menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut sekelompok prinsip yang diakui secara internasional atau sesuai dengan dasar lain yang lebih umum.

 

  • Analisis Prospektif Internasional

Mencakup dua tahap, yaitu:

  1. Peramalan
  2. Penilaian

 

  • Isu Lebih Lanjut
  1.       Akses Informasi
  2.       Ketepatan Waktu Informasi
  3.       Pertimbangan Mata Uang Asing
  4.       Perbedaan dalam format Laporan
  5.       Hambatan bahasa

 

 

Sumber:

http://0wi3.wordpress.com/2012/05/18/analisis-laporan-keuangan-internasional/

Bab 10 : HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibel (kesesuaian) praktek akuntansi yang berasal dari berbagai negara. Harmonisasi dan Standarisasi. Komparabilitas.

Harmonisasi akuntansi mencakup:

  1. Standar akuntansi (pengukuran dan pengungkapan)
  2. Pengungkapan oleh perusahaan publik tentang penawaran surat berharga dan pencatatan di bursa efek.
  3. Standar audit
  • Survei Harmonisasi Internasional
  1. Keuntungan Harmonisasi Internasional.
  2. Kritik atas Standar Internasional.
  3. Rekonsiliasi dan Pengakuan Bersama.
  4. Penerapan standar Internasional.
  • Peristiwa Penting Penentuan Standar Akuntansi Internasional
  1. 1959 – Jacob Kraayenhoft, pendiri firma akuntan di Eropa mendorong dimulainya pembuatan standar akuntansi internasional
  2. 1973 – International Accounting Standard Committee (IASC) didirikan.
  3. 2001 – International Accounting Standard Board (IASB) menggantikan IASC. Dan seterusnya

 

  • Organisasi Internasional Pendorong Harmonisasi Akuntansi
  1. International Accounting Standard Board (IASB) / Badan Standar Akuntansi International
  2. Komisi Uni Eropa (EU) /
  3. Organisasi International Komisi Pasar Modal (IOSCO).
  4. International Federation of Accountant (IFAC) /  Federasi Internasional Akuntan
  5. Kelompok kerja ahli pemerintah PBB dalam ISAR dan UNTACD.
  6. Kelompok kerja dalam OECD.

 

  • Badan Standar Akuntansi Internasional

Dahulu IASC merupakan badan pembuat standar sector swasta yang independent, yang didirikan pada tahun 1973 oleh organisasi akuntansi professional di Sembilan Negara, dan di restrukturisasi pada tahun 2001

Tujuan International Accounting Standard Board – IASB (dahulu IASC):

  1. Mengembangkan standar akuntansi global.
  2. Mendorong penggunaan dan penerapan standar.
  3. Membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan internasional.

Standar Inti IASC dan Persetujuan IOSCO

Struktur baru IASB

  1. Badan wali.
  2. Dewan IASB.
  3. Dewan Penasehat Standar.
  4. Komite Interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional (IFRIC)

 

  • Badan Standar Akuntansi Internasional (Lanjut)

Pengakuan dan Dukungan bagi IASB

Respon Komisi Pasar Modal AS terhadap IFRS

Perbandingan IFRS dan Prinsip Akuntansi Komperhensif Lain

 

  • Uni Eropa (EU)

–          Direktif keempat, Ketujuh, dan Kedelapan

–          Upaya Harmonisasi EU

–          Pendekatan Baru EU dan Integrasi Pasar Uang Eropa

–          Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)

–          Federasi InternaSional Akuntan (IFAC)

–          Kelompok Kerja Antar Pemerintah PBB untuk pakar dalam Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (ISAR)

–          Organisasi untuk kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD)

 

 

sumber :

http://dewipratami.wordpress.com/2012/04/21/harmonisasi-akuntansi-internasional/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/akuntansi-internasional-bab-8-resume-harmonisasi-akuntansi-internasional/

Bab 8-9 : Pelaporan Keuangan dan perubahan Harga

Fluktuasi nilai mata uang dan perubahan harga uang atas barang dan jasa merupakan karakteristik yang tak terpisahkan dalam bisnis internasional.

Para analis keuangan harus memahami cara untuk penentuan dan penyesuaian perubahan harga.

  • Definisi Perubahan Harga

*  Perubahan harga umum

  1. Inflasi  adalah Kenaikan harga secara umum.

Penyebab inflasi :

  1. Kebijakan moneter
  2. Kebijakan fiscal
  3. Biaya pemilihan umum yang terlalu besar
  4. Penyebaran inflasi international
  5. Deflasi  adalah Penurunan harga secara umum

*  Perubahan harga spesifik

Perlu memahami istilah akuntansi inflasi

 

  • Lap. Keuangan dan Perubahan Harga

Selama periode inflasi, Lap. Keuangan bisa menyesatkan

Nilai aktiva rendah          beban rendah          laba tinggi

Lalu akan berdampak pada pajak, deviden, gaji dan upah, dan kebijakan perusahaan.

Ketidakakuratan ini akan mendistorsi:

  1. Proyeksi keuangan
  2. Anggaran
  3. Kinerja

 

  • Jenis Penyesuaian Inflasi

Penyesuaian tingkat harga umum

a. Indeks harga

Angka indeks harga digunakan dalam translasi jumlah uang yang dibayarkan di periode sebelumnya ke dalam setara daya beli di akhir periodenya (yaitu daya beli tetap-biaya historis).

b. Penggunaan indeks harga

c. Obyek penyesuaian tingkat harga umum

Penyesuaian biaya kini

  1.  Aktiva tetap dinilai berdasarkan biaya kini
  2. Laba adalah resources yg bisa diditribusikan dalam suatu periode
  • Sudut pandang terhadap Akuntansi Inflasi
  1.  negara mencoba metode akuntansi inflasi yang berbeda-beda.
  2. AS pada tahun 1979 melalui FSAB mengeluarkan SFAS 33 tentang pelaporan keuangan dan perubahan harga dan SFAS 89 melaporkan pengaruh atas harga yang berubah.
  3. Inggris melalui ASC menerbitkan SSAP 16 untuk metode pelaporan akun-akun yang disesuaikan karena inflasi.
  4. Akuntansi inflasi di Brasil menentukan bahwa penyesuaian inflasi aktiva permanen dan ekuitas disajikan bersih dan terpisah dengan laba kini.

 

  • Badan Standar Akuntansi Internasional
  1. International Accounting Standards Board (IASB) menyatakan dalam International Accounting Standards (IAS) 29 tentang Pelaporan Keuangan dalam Perekonomian Hiperinflasi.
  2. Perusahaan yang melakukan pelaporan harus mengungkapkan: Fakta, Kerangka dasar penilaian aktiva, Identitas dan tingkat indeks harga, dan Keuntungan/kerugian moneter.

 

  • Isu-isu Tentang Inflasi
  1. Perlakuan keuntungan dan kerugian inflasi.
  2. Keuntungan dan kerugian Kepemilikan.
  3. Akuntansi untuk inflasi di luar negeri.
  4. Menghindari kejatuhan ganda.

 

Sumber :

http://alena19.wordpress.com/2012/04/24/bab-7-pelaporan-keuangan-dan-perubahan-harga/

Bab 6-7 : Translasi Mata Uang

  • Alasan-Alasan Melakukan Translasi
  1. Perusahaan dengan operasi di DN/LN , L/K konsolidasi penting agar pengguna memahami secara utuh.
  2. L/K anak perusahaan LN yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya di sebut TRANSLASI.
  3. Translasi menyebabkan kesulitan dalam menentukan keuntungan dan kerugian antar perusahaan (dalam satu korporasi) maupun antar periode. Tantangan inilah yang mempengaruhi evaluasi kinerja mnajemen.

 

  • Latar Belakang dan Terminologi

Translasi tidak sama dengan konversi. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter. Dalam translasi tidak ada pertukaran fisik dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi.

Pasar uang merupakan tempat jual-beli mata uang negara-negara dagang utama. Tempat inilah yang menjadi tempat transaksi perdagangan, transfer pembayaran kredit, dan pengiriman barang sehingga para pelaku bisnis terlindung dari resiko ketidakstabilan nilai tukar.

Transaksi mata uang asing terjadi di pasar spot, forward, dan swap.

  1. Mata uang yang diperjualbelikan pada spot harus dikirimkan secepatnya.

Kurs pasar spot dipengaruhi oleh banyak factor, termasuk perbedaan tingkat inflasi antar Negara, perbedaan suku bunga nasional dan ekspektasi terhadap arah nilai tukar di masa mendatang.

2.  Transaksi pada forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan. Kuotasi pada pasar forward dinyatakan dengan diskonto atau premium dari kurs spot.

3.  Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau melibatkan pembelian forward dan penjualan spot atas mata uang secara bersamaan. Investor sering memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi di suatu Negara asing, dalam kesempatan yang sama melindungi diri terhadap pergerakan yang tidak menguntungkan dari kurs nilai tukar valuta asing.

 

  • Istilah Translasi Mata Uang Asing
  1. Atribut
  2. Konversi  adalah translasi satu mata uanga asing dengan mata uang asing lainnya
  3. Diskonto
  4. Posisi aktiva bersih beresiko
  5. Mata uang asing
  6. L/K dalam mata uang asing
  7. Transaksi mata uang asing
  8. Translasi mata uang asing adalah proses penjabaran jumlah atau hitungan menggunakan mata uang asing sebagai suatu unit perhitungan.
  9. Operasi Luar Negeri
  10. Kontrak pertukaran forward
  11. Mata uang fungsional
  12. Kurs historis adalah nilai tukar mata uang asing yang berlaku saat aset atau kewajiban dengan mata uang asing pertama kali di dapatkan.
  13. Mata uang lokal
  14. Pos-pos moneter
  15. Mata uang pelaporan
  16. Tanggal penyelesaian
  17. Kurs spot
  18. Tanggal transaksi
  19. Penyesuaian translasi
  20. Unit pengukuran

 

  • Permasalahan

Karena volatilitas kurs nilai tukar Eropa, Amerika dan Asia berfluktuasi, translasi menimbulkan keuntungan/kerugian. (Lihat di www.federalreserve.gov/realeses/H10/hist/)

Pada 1 Januari 2002, euro secara resmi menjadi mata uang dari 12 negara Eropa. Pada Mei 2004 lebih dari 10 negara-negara Uni Eropa lain menyusul. Contoh Translasi:

Negara

Kurs

Euro

1.0000

Schiling Austria

13.7603

Lira Italia

1936.2700

100 Schiling Austria berapa Lira?

I. Schiling Austria ke Euro =  100/13.7603 =7.267283 Euro

II. Euro ke Lira                       =   7.267283 x 1936.27 = 14071.42 Lira

 

  • Pengaruh Alternatif Kurs Translasi Terhadap L/K

Kurs nilai tukar untuk translasi mata uang asing menjadi mata uang domestik terdiri dari:

  1. Kurs Kini
  2. Kurs Historis
  3. Kurs Rata-rata

Penggunaan kurs nilai tukar historis melindungi L/K dari keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing.

Transaksi mata uang asing terjadi saat perusahaan membeli/menjual barang (pembayaran dalam mata uang asing atau perusahaan meminjam/meminjamkan mata uang asing), sedang translasi diperlukan untuk mempertahankan catatan akuntansi dalam mata uang perusahaan pelapor.

 

  • Transaksi Mata Uang Asing
  1. Perspektif Transaksi Tunggal

Penyesuaian nilai tukar diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap akun transaksi dan penyelesaianya merupakan satu peristiwa tunggal.

2.   Perspektif Dua Transaksi

Penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan timbulnya piutang.

 

  • Translasi Mata Uang Asing
  1. Metode Kurs Tunggal

Penerapan satu kurs nilai tukar, yaitu kurs kini atau kurs penutupan untuk seluruh aktiva dan kewajiban lancar.

2.  Metode Kurs Berganda

3.  Menggabungkan kurs nilai tukar historis dan kurs nilai tukar kini dalam proses transaksi. Ada 3 metode, yaitu:

1. Metode kini-nonkini,

2. Metode Moneter-nonmoneter,

Asset moneter (terutama kas, surat-surat berharga, piutang, dan piutang jangka panjang) dan kewajiban moneter (terutama utang lancar dan utang jangka panjang) dikonversi pada kurs saat ini. Sedang pos-pos nonmoneter, seperti stock barang, asset tetap, dan investasi jangka panjang, dikonversi pada kurs histories.

Metode ini juga akan mendistorsikan marjin laba karena menandingkan penjualan berdasarkan harga dan kurs translasi kini dengan biaya penjualan yang diukur sebesar biaya perolehan dan kurs translasi histories.

3. Metode Temporal.

merupakan proses konversi pengukuran atau penyajian ulang nilai tertentu. Metode tidak mengubah atribut suatu pos yang diukur, malainkan hanya mengubah unit pengukuran. Translasi saldo-saldo dalam mata uang asing menyebabkan pengukuran ulang denominasi pos-pos tersebut, tetapi bukan penilaian sesungguhnya.

 

  • Perkembangan Akuntansi Translasi
  1. Sebelum 1967

Praktek akuntansi perusahaan AS dipandu oleh Accounting Research Bulletin (ARB) No. 4 yang kemudian terbit kembali sebagai Bab 12 ARB No. 43.

2.   1965 – 1975

Menurut ARB No. 43, persediaan boleh ditranslasi dengan kurs historis, Hutang jangka panjang ditranslasi dengan kurs kini. Accounting Board Opinion No. 6 tahun 1965 membolehkan mentranslasi hutang piutang dengan kurs kini.

3.   1975 – 1981

Untuk mengakhiri polemik translasi, FASB mengeluarkan FAS No. 8 tahun 1975 yang mengharuskan menggunakan translasi temporal dan keuntungan/kerugian translasi dan transaksi harus diakui sebagai laba/rugi selama periode perubahan nilai tukar.

4.   1981 – Kini

FASB mengundang komentar publik yang tidak puas atas FAS No. 8. Akhirnya terbitlah Statement of Financial Accounting Standards No. 52 tahun 1981.

 

  • Isi SFAS No. 52

SFAS No. 52 mengakui sudut pandang induk maupun anak perusahaan sebagai kerangka dasar pelaporan yang sah.

Dalam L/K konsolidasi mata uang primer yang digunakan setiap entitas disebut mata uang fungsional (functional currency). Jadi mata uang fungsional setiap entitas merupakan mata uang lingkungan ekonomi utama di mana perusahaan beroperasi.

Penentuan mata uang fungsional menentukan pula pilihan metode translasi untuk konsolidasi dan perlakuan keuntungan/kerugin kurs.

Pilihan Metode Translasi

  1. Translasi apabila Mata Uang Lokal Merupakan Mata Uang Fungsional
  2. Translasi apabila Dolar AS Merupakan Mata Uang Fungsional
  3. Translasi apabila Mata Asing Merupakan Mata Uang Fungsional

 

Sumber :

http://irsan90.wordpress.com/2012/03/26/translasi-mata-uang-asing/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/05/chapter-6-translasi-mata-uang-asing-akuntansi-internasional/